Penjelasan Ayat 130 QS Al An’am || Ada Rosul Dari Bangsa Jin?
“Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayatKu dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata: Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri, kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir” ( QS. Al-An'aam : 130 )
Mungkin maksud dari ayat ( Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golonganmu sendiri ) ini adalah di tujukan hanya satu golongan saja yaitu manusia karena penjelasan ayat tersebut tidak ada kata dari golongan kamu masing-masing. Wallahu a'lam.
Menurut mayoritas ulama para Rasul hanya terdiri dari bangsa manusia, sedang dari bangsa jin menurut Ibn Abbas terdapat istilahnya nudzur (jin yang memberi peringatan pada kaumnya dengan ajaran yang dia peroleh dari seorang Rosulnya bangsa manusia).
Sedikit uraiannya sebagai berikut :
“Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri” (QS. 6:130)
Karena bangsa Jin juga golongan berakal dan dikhitobi (terkena hukum) maka dikatakan dalam ayat diatas dengan “minkum” dari golongan kamu sendiri, meskipun para rasul adanya dari kalangan manusia bangsa manusia ditaghlib (dimenangkan) dalam ayat diatas sebagaimana biasa ditaghlibnya isim mudzakar (laki-laki) atas isim muannats (perempuan).
Ibn Abbas berkata “Rasul dari kalangan jin adalah mereka yang menyampaikan pada kaum mereka wahyu yang mereka dengarkan dari para rasul manusia”
Sebagaimana firman Allah
“Mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan”. (QS. 46:29)
Nabi Muhammad bersabda
“Mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan”. (QS. 46:29)
Nabi Muhammad bersabda
“Aku diberikan lima perkara yang tidak diberikan pada nabi sebelumku, adalah nabi sebelumku diutus sebatas kaumnya sedang aku diutus pada setiap yang merah dan
hitam” (HR. Muslim)
hitam” (HR. Muslim)
Ibn Abbas berkata “Adalah para rasul di utus pada bangsa manusia dan sesungguhnya Muhammad SAW diutus pada bangsa jin dan manusia” (dituturkan oleh Abu Laits as-samarqandy)
Dikatakan “Adalah kaum jin mendengarkan wahyu dari para nabi kemudian mereka kembali memberitahukan pada kaumnya seperti keadaan pada nabi kita alaihis salam, kemudian mereka disebut utusan Allah meskipun tidak tertetapkan dalil nash atas kerasulan mereka” [ Al-Jaami’ li Ahkaam al-Quraan VII/87 ].
“Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri” (QS. 6:130) artinya dari golongan kamu sendiri, rasul-rasul (para utusan) dari bangsa manusia saja, bangsa jin tidak memiliki para utusan seperti apa yang telah ditetapkan menjadi nash oleh Imam Mujahid, Ibn Juraij dan ulama-ulama lain baik kuno maupun modern.
Ibn Abbas berkata “Rosul dari keturunan anak Adam sedangkan dari bangsa Jin terdapat NUDZUR (jin yang memberi peringatan pada kaumnya dengan ajaran yang dia peroleh dari seorang Rosulnya bangsa manusia)
Ibn Jariir menceritakan dari ad-Dhahaak Bin Muzaakhim “Bangsa Jin juga terdapat rosul” berdasarkan firman Allah “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Dari keduanya keluar mutiara dan marjan” (QS. 55:19-22)
Sandaran dengan dalil ini perlu pertimbangan sebab dalilnya masih ihtimal (mirip-mirip) tidak jelas sama sekali.
Sedang dalil yang menunjukkan rasul hanya dari bangsa manusia adalah firman-firman Allah Ta’aala :
1. Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami
telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami
telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak
cucunya, Isa, Ayub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada
Daud. Dan (kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan
tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan
tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan
langsung. (Mereka kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan
pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah
sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana (QS. 4:163-165).
2. Dan Kami anugrahkan kepada Ibrahim, Ishak dan Yaqub, dan Kami jadikan kenabian
dan Al Kitab pada keturunannya, (QS. 29:27).
dan Al Kitab pada keturunannya, (QS. 29:27).
Dalam ayat ini Allah membatasi bahwa kenabian dan alkitab setelah Ibrahim AS
hanya diberikan pada keturunannya, dan tidak seorangpun yang menyatakan
adanya nubuwwah dari bangsa jin yang kemudian terputus dengan kenabiannya
Ibrahim AS.
hanya diberikan pada keturunannya, dan tidak seorangpun yang menyatakan
adanya nubuwwah dari bangsa jin yang kemudian terputus dengan kenabiannya
Ibrahim AS.
3. Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh
memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. (QS. 25:20).
4. Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan
wahyu kepadanya di antara penduduk negeri. (QS. 12:109).
Dan sudah diketahuai bersama bahwa jin dalam hal ini selalu mengikuti terhadap
manusia, Allah berfirman : “Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin
kepadamu yang mendengarkan Al Qur'an, maka tatkala mereka menghadiri
pembacaan (nya) lalu mereka berkata:"Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)".
Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi
peringatan.
wahyu kepadanya di antara penduduk negeri. (QS. 12:109).
Dan sudah diketahuai bersama bahwa jin dalam hal ini selalu mengikuti terhadap
manusia, Allah berfirman : “Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin
kepadamu yang mendengarkan Al Qur'an, maka tatkala mereka menghadiri
pembacaan (nya) lalu mereka berkata:"Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)".
Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi
peringatan.


0 komentar: