Kesalahan dalam Penulisan Kata Amin
Sering kita jumpai perbedaan penulisan kata “Amin” dalam
kehidupan sehari-hari. Entah itu dari chat, medsos, atau sms, kata “amin” terdapat
banyak perbedaan dalam penulisannya. Bahkan juga tidak jarang orang
menulisnya dengan kata “Amien” seperti yang orang-orang barat biasa ucapkan. Lalu
ada apa dengan penulisan kata “Amien” atau yang
lainnya? Kita lihat urainnya sebagai berikut.
Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata “AMIN” yaitu :
1. ”AMIN” (alif dan mim sama-samapendek), artinya AMAN, TENTRAM
2. “AAMIN” (alif panjang & mim pendek), artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN
3. ”AMIIN” (alif pendek & mim panjang), artinya JUJUR TERPERCAYA
4. “AAMIIN” (alif & mim sama-sama panjang), artinya YA TUHAN, KABULKANLAN DOA KAMI
Tapi dalam bahasa Arab amiin memiliki 5 bahasa dan semuanya bermakna istajib /
kabulkanlah !! [ Hasyiah al bajuri 1/174 ].
قوله أي قول آمين) تفسير للتأمين يقال أمن الرجل إذا قال آمين بمد الهمزة وتخفيف الميم مع الإمالة و عدمها و بالقصر لكن المد أفصح)
و يجوز ...تشديد الميم مع المد و القصر ففيه خمس لغات ~حاشية الباجوري ١/١٧٤
Ada 5 dialek bahasa dalam amiin
1. aamin dengan menggunakan imalah
2. aamin tanpa menggunakan imalah
3. amiin dengan mentakhfif hamzah
4. aammin dengan mentasydid mim
5. ammin dengan hamzah pendek dan takhfif mim
1. aamin dengan menggunakan imalah
2. aamin tanpa menggunakan imalah
3. amiin dengan mentakhfif hamzah
4. aammin dengan mentasydid mim
5. ammin dengan hamzah pendek dan takhfif mim
Terus Bagaimana dengan pengucapan/ Penulisan “ Amien“ ??? Sebisa
mungkin untuk yang satu ini (Amien) dihindari, karena ucapan “Amien” yang
lazim dilafadzkan oleh penyembah berhala (Paganisme) setelah do ’a ini
sesungguhnya berasal dari nama seorang Dewa Matahari Mesir Kuno: Amin-Ra
(atau orang Barat menyebutnya Amun-Ra). [Luthfi Ahmad El-Wadasy].
Tetapi penulisan kata amin yang
benar dalam bahasa Indonesia adalah amin (AMIN),
bukan aamin, amiin, atau aamiin. Bahasa Indonesia tidak mengenal
"vokal dobel" dalam satu kata. Silakan cari di Kamus Besar Bahasa Indonesia, pasti yang ditemukan hanya kata "amin",
bukan yang lainnya.
Jika dalam bahasa Indonesia penulisan kata amin yang benar adalah aamiin, maka bagaimana Anda membaca kata saat, Aa Gym, Aa Asep, ii sumirat, diingingkan, diisi, dsb.?
Bahasa tutur (ucap, lisan) beda dengan bahasa tulis.
Jika harus menuliskan kata sesuai dengan cara
pengucapannya, maka kita pun harusnya menulis: Awlooh (bukan Allah), Rosuluwlooh (bukan Rasulullah),
Al-Qur-aan (bukan Al-Quran),Insyaa-a Awlooh, dan seterusnya.
Jadi, apapun kata amin yang kita tulis, selagi niat kita baik dan tidak bermaksud kepada hal-hal lain itu diperbolehkan. Sesungguhnya segala sesuatu itu tergantung pada niatnya. Tetapi alangkah baiknya kita mengikuti kaedah dalam penulisan bahasa Indonesia karena kita berada di Indonesia :)


0 komentar: