Keutamaan Ayat Kursi Dalam Berbagai Riwayat



1. Keutamaan dari Ayat Kursi yang teramat mulia ini adalah sebagaimana diriwayatkan
    dalam kitab Addurrul Mantsur, Rasulullah SAW bersabda:
    “Sesungguhnya ia (Ayat Kursi) adalah ayat yang sangat agung yang terdapat dalam
     Al-qur’an”
.     Terdapat sebuah riwayat yang mengatakan: “Bacalah Ayat Kursi karena dapat
     menjaga dirimu, anak-anakmu dan tempat tinggalmu serta rumah yang ada disekitar
     tempat tinggalmu. Apabila dibaca pada pagi hari dan petang hari maka akan aman dari
     gangguan jin. Apabila engkau membacanya ketika engkau hendak tidur maka Allah
     akan menjagamu sehingga setan tidak akan mampu mendekatimu hingga pagi hari”
.

2. Dalam riwayat lainnya dikatakan bahwa membaca Ayat Kursi adalah setara dengan
     membaca seperempat al-Qur’an.
     Dalam kitab Taisiril Ushul Ila Jami’ Ushul Min Hadits Rasul SAW karya dari
     seorang ulama besar Asy-Syaikh Abdurrahman Ad-Diba’iy Asy-Syaibani Asy-Syafi’I
ان االله يقدس روحه في الجنة وينور ضريحه     diriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda :
.إن لكل شيء سناما، وإن سنام القران سورة البقرة، وفيها اية سيدة اي القران اية الكرسى     “Sesungguhnya segala sesuatu pasti memiliki punuk dan punuknya al-Qur’an adalah
     surat Al Baqarah dan di dalamnya terdapat penghulu dari ayat-ayat al-Qur’an yaitu,
     Ayat Kursi.” (HR.
At Turmudzi)

3. Diriwayatkan dalam tafsir sirajul munir karangan Imam Asy-Syarbini mengatakan
     sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibn Hibban dan an-Nasa’i bahwa Rasulullah
     SAW bersabda :
من قرأ اية الكرسى دبر كل صلاة مكتوبة، لم يعنمه من دخول الجنة إلا الموت     “Barangsiapa membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat fardhu, maka tidak ada yang
     dapat mencegahnya untuk masuk ke dalam surga kecuali kematian.”
     Yang dimaksud kecuali kematian pada hadits tersebut diatas adalah apabila telah
     datang ajalnya maka dia pasti akan dimasukkan ke dalam surga.

4. Al-Baihaqy dalam kitabnya Syi’bil Iman meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW     bersabda: “Tidaklah seseorang itu selalu membacanya (Ayat Kursi) itu, kecuali dia
     adalah seorang shiddiq atau ‘abid (ahli ibadah).”
     Dalam riwayat lainnya dikatakan: “Barangsiapa membacanya ketika dia akan mulai
     tidur maka Allah akan memberikan keamanan baginya, bagi tetangganya, bagi
     tetangga dari tetangganya dan bagi rumah-rumah yang ada disekitarnya.”
     Diriwayatkan, jika Ayat Kursi dibaca pada sebuah rumah maka setan tidak akan
     mendatangi rumah itu selama 30 hari, dan sihir tidak akan mampu masuk ke rumah
     itu selama 40 hari. Rasulullah SAW berkata kepada Sayyidina Ali RA : “Wahai Ali,
     ajarkanlah ini kepada anakanakmu, kepada keluargamu dan kepada para tetanggamu,
     karena tidak diturunkan ayat yang lebih mulia dari ayat ini (ayat kursi)”. Pada suatu
     ketika, para sahabat sedang membicarakan mengenai keutamaan ayat-ayat dalam
     Al Qur’an, maka Sayyidina Ali RA mengatakan kepada mereka, bagaimana menurut
     kalian tentang ayat kursi? Rasulullah SAW pernah bersabda kepadaku : “Wahai Ali
     sayyidul basyar (pemimpin para manusia) adalah Nabi Adam, pemimpin seluruh
     bangasa Arab adalah Muhammad dan tidaklah aku bangga karena ucapan ini,
     pemimpin dari orang-orang Parsi adalah Salman, pemimpin dari golongan Romawi
     adalah Shuhaib, pemimpin dari kaum Habasyah adalah Bilal, pemimpin semua hari
     adalah hari jum’at, pemimpin seluruh kitab adalah Al-Qur’an, pemimpin seluruh
     surat dalam Al-Qur’an adalah Al-Baqarah, pemimpin seluruh surat dalam Al Baqarah
     adalah Ayat Kursi”.

5. Dalam kitab Nawadiril Ushul diriwayatkan bahwa Malaikat Jibril AS bertemu dengan
     Nabi Musa AS. Malaikat Jibril berkata : “Sesungguhnya Tuhanmu mengatakan bahwa
     barangsiapa membaca sekali dalam selesai shalat fardhu:
اللهم إني أقدم إليك بين يدي كل نفس ولمحة وطرفة يطرف بها اهل السماوات واهل الارض وكل شيئ هو في علمك
كائن، أقدم إليك بين ذلك كله : االلهُ لآَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَنَومُ لَّهُ مَافِي السَّمَاوَاتِ وَمَافِي اْلأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي
يَشْفَعُ عِندَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَابَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَآءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَلاَ
.
يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيم     Sesungguhnya siang dan malam itu ada 24 jam dan pada setiap 1 jam diangkat
     sebanyak 70 juta kebaikan bagi orang yang membacanya dan para Malaikat akan
     sibuk mencatat (besarnya kebaikan) dari bacaan itu”
.

6. Dalam durratun nashihin, menukil dari kitab hayat al-quyub shochifah 240, majlis fi
     bayan albaka’ (perihal menangis), dijelaskan bahwa :
     Ketika sudah saatnya hari kiamat, seorang hamba dibangkitkan di hadapan Allah
    SWT kitab catatan amalnya disodorkan, ternyata lebih banyak keburukannya.
     Kemudian dia berkata :

الهى ما فعلت هذه السيئات؟
(Ya Tuhanku, aku tidak lakukan keburukan semua ini)

Maka Allah SWT berfirman :
ان لي شهودا ثقات
(Sungguh pada-Ku ada saksi2 yang kuat)

Lalu, ia (‘abd) pun menoleh ke kanan dan ke kiri, tiada menemukan seorang saksipun, kemudian
dia berakata :
يا رب أين الشاهد؟
(Ya Tuhan, dimana saksi bagiku?)

Kemudian Allah SWT menyuruh anggota-anggota tubuhnya supaya menjadi saksi, merekapun bersedia.
Kedua telinganya (‘abd) berkata :
انا سمعنا وعلمنا أنه قد عمل
(Kami benar2 telah mendengar dan tahu pasti bahwa ia telah melakukannya).
Kedua matanya berkata :
انا قد نظرنا
(akupun melihatnya).
Berkata lisannya :
قد قلت
(aku juga mengucapkannya).
Kedua tangannya berkata :
انا فعلنا
(sesungguhnya kami telah melakukannya).
Farjinya pun berkata :
انا زنيت
(aku telah berbuat zina).

Maka ia (‘abd) pun gusar. Kemudian Allah SWT menyuruhnya masuk neraka. Namun pada bola mata kanannya terlihat seutas rambut mata memohon idzin kepada Allah SWT untuk berbicara. Maka Allah SWT menizinkannya. Ia pun berbicara :
يا رب الست قلت اي عبد اغرق شعرة واحدة من اجفانه بدموع عينيه من خشيتي الا انجيته من النار؟
(Ya Tuhanku, bukankah Engkau telah berfirman “Siapapun dari seorang hamba yang tenggelam
basah seutas rambut dari rambut matanya dengan air matanya karena takut pada-Ku, maka Ku
bebaskan ia dari neraka”?
Maka Allah SWT menjawabnya : (بلىYa, benar)

Rambut mata tadi pun berkata :
انا اشهد ان هذا العبد المذنب قد اغرقني بالدموع من خشيتك
(aku bersaksi, bahwa hamba yang berdo’a ini telah membasahiku dengan air matanya akibat takut
pada-Mu)

Akhirnya Allah SWT menyuruh masuk ke surga. Selanjutnya terdengar suara,
الا ان فلانا بن فلان قدنجا من النار بشعرة واحدة من اجفان عينيه
(“Ketahuilah, bahwa si fulan bin fulan terbebas dari api neraka, berkat seutas rambut dari sekian rambut mata.

0 komentar: