Read More »
-
Siapakah Pemilik Sapi Betina Dalam surah Al Baqarah?
eman-teman tentu tak asing dengan cerita tentang kaumnya Nabi Musa saat terjadi pembunuhan dan tak diketahui siapa pembunuhnya, lantas Alloh memerintahakan untuk mencari sapi yang istimewa untuk ...
-
Membunuh Cicak, Dilarang atau Dianjurkan?
Banyak oranga mengatakan bahwa membunuh cicak adalah sunnah. Banyak juga yang mengatakan bahwa membunuh cicak adalah haram selama...
-
Inilah Hukuman Bagi Para Penyia Shalatnya
Jabir r.a. berkata: Nabi s.a.w. bersabda: “Yang membedakan Antara seorang dengan kufur hanya shalat, maka siapa meninggalkan shalat ia kafir”...
-
Bagaimanakah Penulisan Kata "Amin" yang Benar?
Sering kita jumpai perbedaan penulisan kata “Amin” dalam kehidupan sehari-hari. Entah itu dari chat, medsos, atau sms, kata “amin” terdapat banyak perbedaan dalam...
-
RAHASIA PUASA Dalam Kitab Al Ibadah Fil Islam
Dr. Yusuf Qardhawi dalam kitabnya Al Ibadah Fil Islam mengungkapkan ada lima rahasia puasa yang bisa kita...
Speech Farewell Party For Chief
السلام عليكم و رحمة الله و
بركاته
بسم
الله الحمن الرحيم، الحمد لله رب العالمين، وبه نستعين على أمور الدنيا واالدين،
أشهد ان لاإله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد ان محمدا عبده ورسوله، والصلاة
والسلام على أشرف اللأنبياء والمرسلين، سيدنا ومولانا محمد وعلى آله
وأصحابه
أجمعين ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد
Excellency Mr. H.Moh Mujib
Mpd.i, the principals of MTs Kanjeng Sepuh;
Honorable all the teachers
of MTs Kanjeng Sepuh;
Dear all coordinators of
each division farewell party program;
Dear sister Mia, the Chief
of Farewell Party Program;
And don’t forget also,
respectable Mr. Ican, Miss. Fitri, Mr.
Syaif, and Miss Lika, the tutors supervisor of BEC Pare Kediri;
And
all of my friends whom I love.
Ladies and Gentlemen,
First
of all, let's pray and thank unto our God, Allah SWT, who has been giving us
mercies and blessing so we can attend and gather in this nice meeting without
any trouble and obstacle.
Secondly,
shalawat and salam always be given to our prophet, Muhammad SAW, who has guided
us from the darkness to the brightness namely Islam Religion.
Thirdly,
I don't forget to say thank you for the MC who has given me chance to speak in
front of you all.
Ladies and Gentlemen, dear
brothers and sisters,
Standing in
front of you all, let me to represent my friends from Exclavenics to convey the
impression of an impression to the audience here.
Time keeps running, clockwise keeps
rotating, until it is time now that we will part with our dear tutors
supervisor. If we can reverse journey back
in time, I think we still want to get together with the our tutors to be
trained, nurtured, guided and directed, but all was not possible.
Ladies
and Gentlemen, dear brothers and sisters,
If
we look at the time of interaction between us with the our tutors supervisor,
is not so long, but the benefits we derive not small, Science we can also quite
a lot, the impression which we feel is also quite positive. We feel that the
science of language we mainly English language increased, the experience also
increased. This is all purely thanks to the perseverance, tenacity, patience
and sincerity of our tutors supervisor.
Ladies and Gentlemen, dear
brothers and sisters,
How
great sacrifices tutors supervisor gave to us, how much time, effort, and
thought perhaps even material that was issued to us. Even the tutors come from
places that are not close to us, but all willing to come here to practice their
knowledge, pass on his experience to us. Everything was done with full
sincerity. It was difficult for us to reply to all the good that, just a thank
you from the bottom of my heart and prayers that we always pray toward the presence Illahi Robbi , may Allah always
reply to all the good services and all the sacrifices of tutors supervisor with
bountifully rewarded, and may Allah accompanies the success of all tutors
supervisor, amen...
Ladies and Gentlemen, dear
brothers and sisters,
We
also asked for prayers so that Allah swt give our convenience in search of
knowledge and provide the benefit of our knowledge as well as some convenience
to achieve our success, amen…
That's
all of my speech, I hope it is useful for us and I apologist if found many
mistake from my speech. Thanks for your nice attention and the last I say…
والسلام
عليكم و رحمة الله و بركاته
I give time back to the MC.
Ladies and Gentlemen, dear
brothers and sisters,
Berdiri
didepan kalian semua, ijinkanlah saya
mewakili teman teman dari Exclavenics untuk menyampaikan kesan kesan kepada
hadirin sekalian,
Ladies and Gentlemen, dear
brothers and sisters,
Waktu
terus berjalan, jarum jam terus berputar, hingga tibalah saatnya sekarang kita
akan berpisah dengan para tutor pembimbing yang kami sayangi,
Kalau
sekiranya kita bisa membalik kembali perjalanan waktu, rasanya kita masih ingin
berkumpul dengan para tutor pembimbing untuk dididik, dibina, dibimbing dan
diarahkan, namun semuanya itu tidak mungkin .
Ladies and Gentlemen, dear
brothers and sisters,
jikalau
kita melihat waktu interaksi antara kita
dengan tutor pembimbing kita,
memang tidak begitu lama, akan tetapi manfaat yang kita peroleh tidaklah
sedikit, Ilmu yang kita dapat juga lumayan banyak, kesan yang kita rasakan juga
cukup positif. Kita merasa bahwa ilmu kebahasaan kita terutama bahasa inggris
meningkat, pengalaman juga bertambah. Ini semua semata mata berkat ketekunan,
keuletan, kesabaran dan keikhlasan para kakak
tutor pembimbing kita.
Ladies and Gentlemen, dear
brothers and sisters,
Betapa
besar pengorbanan yang tutor
pembimbing berikan kepada kita, berapa
banyak waktu tenaga dan pikiran bahkan mungkin juga materi yang dikeluarkan
untuk kita. Bahkan para tutor pembimbing datang dari tempat tempat yang tidak
dekat dengan kami namun semua rela datang kemari untuk memperaktekan ilmunya,
menularkan pengalamannya kepada kami. Semuanya itu dilakukan dengan penuh
keikhlasan. Rasanya sulit bagi kami untuk membalas semua kebaikan itu, hanyalah
ucapan terima kasih dari lubuk hati yang paling dalam serta doa yang selalu
kami panjatkan kehadirat ilahi robbi, semoga allah senantiasa membalas semua
jasa baik dan segala pengorbanan para kakak dengan balasan yang berlipat ganda,
dan semoga allah swt menyertai kesuksesan kakak semua... amin.
Ladies and Gentlemen, dear
brothers and sisters,
Kami
juga mohon doa agar allah swt memberikan kemudahan kami dalam mencari ilmu dan
memberikan kemanfaatan ilmu kami serta beberapa kemudahan untuk mencapai
kesuksesan kami... amin.
Read More »
Syekh Muhammad
bin Umar Nawawi Al-Bantani Al-Jawi, adalah ulama Indonesia bertaraf
internasional, ia lahir di Kampung Pesisir, Desa Tanara, Kecamatan Tanara,
Serang, Banten, 1815. Bernasab pada keturunan Maulana Hasanuddin Putra Sunan
Gunung Jati, Cirebon. Keturunan ke-12 dari Sultan Banten. Nasabnya melalui
jalur ini sampai kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Syekh Nawawi Al Bantani
wafat tahun 1897, dan dimakamkan di Ma’la Makkah.
Pada
usia 15 tahun dia menunaikan ibadah haji dan berguru kepada sejumlah ulama
terkenal di Makkah, seperti Syaikh Khâtib al-Sambasi, Abdul Ghoni Bima, Yusuf Sumbulaweni,
Abdul Hamid Daghestani, Syaikh Sayyid Ahmad Nahrawi, Syaikh Ahmad Dimyati,
Syaikh Ahmad Zaini Dahlan, Syaikh Muhammad Khatib Hambali, dan Syaikh Junaid
Al-Betawi. Tapi guru yang paling berpengaruh adalah Syaikh Sayyid Ahmad
Nahrawi, Syaikh Junaid Al-Betawi, dan Syaikh Ahmad Dimyati, ulama terkemuka di
Makkah. Lewat ketiga Syaikh inilah karakter beliau terbentuk. Selain itu juga
ada dua ulama lain yang berperan besar mengubah alam pikirnya, yaitu Syaikh
Muhammad Khatib dan Syaikh Ahmad Zaini Dahlan, ulama besar di Madinah.
Berkat
kepakarannya, dia mendapat bermacam-macam gelar. Diantaranya yang diberikan
oleh Snouck Hourgronje, yang menggelarinya sebagai Doktor Ketuhanan. Kalangan
intelektual masa itu juga menggelarinya sebagai al-Imam wa al-Fahm
al-Mudaqqiq (tokoh dan pakar dengan pemahaman yang sangat mendalam). Syaikh
Nawawi bahkan juga mendapat gelar yang luar biasa sebagai al-Sayyid al-Ulama
al-Hijâz (tokoh ulama Hijaz). Daerah Hijaz sebelum dikuasai keluarga Saud tahun
1925 (kini Saudi Arabia). Sementara para Ulama Indonesia menggelarinya sebagai
Bapak Kitab Kuning Indonesia.
Kitab-kitab
karangan beliau banyak yang diterbitakan di Mesir, seringkali beliau hanya
mengirimkan manuscriptnya dan setelah itu tidak mempedulikan lagi bagaimana
penerbit menyebarluaskan hasil karyanya, termasuk hak cipta dan royalitinya.
Selanjutnya kitab-kitab beliau itu menjadi bagian dari kurikulum pendidikan
agama diseluruh pesantren di Indonesia, bahkan Malaysia, Filipina, Thailand,
dan juga negara-negara di Timur Tengah. Begitu produktifnya beliau dalam
menyusun kitab (semuanya dalam bahasa Arab) hingga orang menjuluinya sebagai Imam
Nawawi kedua. Imam Nawawi pertama adalah yang membuat Syarah Shahih Muslim,
Majmu’ Syarhul Muhadzab, Riyadlush Shalihin.
Banyak
murid-muridnya yang di belakang hari menjadi ulama, misalnya KH Hasyim Asy’ari
(pendiri Nahdhatul Ulama), KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah), KH Khalil
Bangkalan, KH Asnawi Kudus, Syekh Tubagus Ahmad Bakri as-Sampuri Purwakarta, KH
Arsyad Thawil, dan lain-lainnya.
Konon,
KH Hasyim Asy’ari saat mengajar santri-santrinya di Pesantren Tebu Ireng sering
menangis jika membaca kitab fiqih Fath al-Qarib yang dikarang oleh Syaikh
Nawawi. Kenangan terhadap gurunya itu amat mendalam di hati KH Hasyim Asy’ari
hingga haru tak kuasa ditahannya setiap kali baris Fath al-Qarib ia
ajarkan pada santri-santrinya.
Jumlah
kitab beliau yang terkenal dan banyak dipelajari ada sekitar 22 kitab. Beliau
pernah membuat tafsir Al-Qur’an berjudul Mirah Labid yang berhasil membahas
dengan rinci setiap ayat suci Al-Qur’an. Buku beliau tentang etika berumah
tangga, berjudul Uqudul Lijain (diterjemahkan ke Bahasa Indonesia) telah
menjadi bacaan wajib para mempelai yang akan segera menikah. Kitab Nihayatuz
Zain sangat tuntas membahas berbagai masalah fiqih (syariat islam). Sebuah
kitab kecil tentang syariat islam yang berjudul Sullam (Habib Abdullah Bin
Husein bin Tahir Ba’alawi), diberinya Syarah (penjelasan rinci) dengan judul
baru Mirqatus Su’udit Tashdiq. Salah satu karya beliau dalam hal kitab
hadits adalah Tanqihul Qoul, syarah kitab Lubabul Hadits (Imam
Suyuti). Kitab hadits lain yang sangat terkenal adalah Nashaihul ibad.
Read More »
Banyak
oranga mengatakan bahwa membunuh cicak adalah sunnah. Banyak juga yang mengatakan bahwa membunuh cicak adalah haram selama cicak tersebut tidak mengganggu kita. Tentunya kita akan terbayang kalau membunuh cicak adalah dosa
karena Nabi SAW sendiri menganjurkan kita untuk berperilaku baik terhadap semua
binatang. Lantas bagaimana hukum yang sebenarnya?
Hukum
membunuh cicak adalah dianjurkan, bahkan ada pula yang mengatakannya wajib.
Kenapa membunuh cicak itu di anjurkan?
Dikatakan: karena cicak adalah hewan yang ikut meniup api kepada Nabi Ibrahim ketika di bakar oleh raja namrud.
Terkait dengan cerita Nabi ibrahim AS. yang dibakar Namrudz kemudian datang binatang wazagh yang ikut menghembus kearah Api yang membakar Nabi Ibrahim AS. Oleh karenaa itu,binatang ini menjadi Tuli.
Atas kisah inilah Nabi SAW menganjurkan untuk membunuhnya. "Kana Yanfukhu 'Ala Ibrohima"
Adalah binatang wazagh Meniupkan Api yang membakar atas Nabi Ibrahim AS.
[Hr.Bukhari.3359.Muslim.2 237.]
Dikatakan: karena cicak adalah hewan yang ikut meniup api kepada Nabi Ibrahim ketika di bakar oleh raja namrud.
Terkait dengan cerita Nabi ibrahim AS. yang dibakar Namrudz kemudian datang binatang wazagh yang ikut menghembus kearah Api yang membakar Nabi Ibrahim AS. Oleh karenaa itu,binatang ini menjadi Tuli.
Atas kisah inilah Nabi SAW menganjurkan untuk membunuhnya. "Kana Yanfukhu 'Ala Ibrohima"
Adalah binatang wazagh Meniupkan Api yang membakar atas Nabi Ibrahim AS.
[Hr.Bukhari.3359.Muslim.2 237.]
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
مَنْ قَتَلَ وَزَغَةً فِي أَوَّلِ ضَرْبَةٍ فَلَهُ كَذَا وَكَذَا حَسَنَةً وَمَنْ
قَتَلَهَا فِي الضَّرْبَةِ الثَّانِيَةِ فَلَهُ كَذَا وَكَذَا
حَسَنَةً لِدُونِ الْأُولَى وَإِنْ قَتَلَهَا فِي الضَّرْبَةِ الثَّالِثَةِ فَلَهُ كَذَا وَكَذَا حَسَنَةً لِدُونِ الثَّانِيَةِ
Bab anjuran membunuh Cicak, Shohih Imam Muslim.
"Barangsiapa membunuh waza'(cicak) dengan sekali pukulan, Allah akan mencatatnya 100 kebaikan. Dan dengan dua kali pukulan, kurang dari itu (yaitu 50 kebaikan). Dan dengan tiga kali pukulan, kurang dari itu(yaitu 25 )kebaikan. [H.R.Muslim].
حَسَنَةً لِدُونِ الْأُولَى وَإِنْ قَتَلَهَا فِي الضَّرْبَةِ الثَّالِثَةِ فَلَهُ كَذَا وَكَذَا حَسَنَةً لِدُونِ الثَّانِيَةِ
Bab anjuran membunuh Cicak, Shohih Imam Muslim.
"Barangsiapa membunuh waza'(cicak) dengan sekali pukulan, Allah akan mencatatnya 100 kebaikan. Dan dengan dua kali pukulan, kurang dari itu (yaitu 50 kebaikan). Dan dengan tiga kali pukulan, kurang dari itu(yaitu 25 )kebaikan. [H.R.Muslim].
Lantas
bagaimana apabila kita memberi makan cicak?
Syekh Ad-Dawudi, beliaumenyatakan bahwa anjuran untuk berbelas kasihan
kepada hewan itu berlaku untuk semua binatang,pendapat serupa juga dikemukakan
oleh Syekh Al-Muhlib, menurut beliau anjuran tersebut berlaku untuk semua
hewan, baik yang tidak diperintahkan untuk dibunuh atau tidak.
Syekh Abul Abbas Al-Anshori menerangkan bahwa perintah untuk membunuh hewan-hewan tertentu tidak bisa menafikan anjuran untuk berbuat baik pada hewan tersebut.
Secara lebih detail Syekh Ibnu At-Tin menjelaskan, meskipun kita diperintahkan untuk membunuh hewan-hewan yang berbahaya, itu tidak berarti kita boleh membiarkannya kelaparan atau kehausan, bisa saja kita memberi makanan dan minuman kepada hewan tersebut, lalu setelah itu kita bunuh, sebab secara umum anjuran untuk berlaku baik pada hewan yang akan disembelih itu juga berlaku untuk hewan yang akan kita bunuh, dan agama melarang kita untuk menyiksa hewan (dengan cara membiarkannya kelaparan atau kehausan).
Kesimpulannya : Memberi makan kepada hewan peliharaan maupun hewan liar mendapatkan pahala, sedangkan memberi makan atau minum hewan yang mebahayakan, terdapat perbedaan pendapat di antara ulama' sebagian menyatakan melarangnya dan sebagian yang lain tetap menganjurkannya. Wallohu a'lam.
Ibaroh dari kitab Fathul Bari, Juz : 5 Hal : 42
Syekh Abul Abbas Al-Anshori menerangkan bahwa perintah untuk membunuh hewan-hewan tertentu tidak bisa menafikan anjuran untuk berbuat baik pada hewan tersebut.
Secara lebih detail Syekh Ibnu At-Tin menjelaskan, meskipun kita diperintahkan untuk membunuh hewan-hewan yang berbahaya, itu tidak berarti kita boleh membiarkannya kelaparan atau kehausan, bisa saja kita memberi makanan dan minuman kepada hewan tersebut, lalu setelah itu kita bunuh, sebab secara umum anjuran untuk berlaku baik pada hewan yang akan disembelih itu juga berlaku untuk hewan yang akan kita bunuh, dan agama melarang kita untuk menyiksa hewan (dengan cara membiarkannya kelaparan atau kehausan).
Kesimpulannya : Memberi makan kepada hewan peliharaan maupun hewan liar mendapatkan pahala, sedangkan memberi makan atau minum hewan yang mebahayakan, terdapat perbedaan pendapat di antara ulama' sebagian menyatakan melarangnya dan sebagian yang lain tetap menganjurkannya. Wallohu a'lam.
Ibaroh dari kitab Fathul Bari, Juz : 5 Hal : 42
Read More »
1. Keutamaan dari Ayat Kursi yang
teramat mulia ini adalah sebagaimana diriwayatkan
dalam kitab Addurrul Mantsur, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya ia (Ayat Kursi) adalah ayat yang sangat agung yang terdapat dalam
Al-qur’an”. Terdapat sebuah riwayat yang mengatakan: “Bacalah Ayat Kursi karena dapat
menjaga dirimu, anak-anakmu dan tempat tinggalmu serta rumah yang ada disekitar
tempat tinggalmu. Apabila dibaca pada pagi hari dan petang hari maka akan aman dari
gangguan jin. Apabila engkau membacanya ketika engkau hendak tidur maka Allah
akan menjagamu sehingga setan tidak akan mampu mendekatimu hingga pagi hari”.
dalam kitab Addurrul Mantsur, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya ia (Ayat Kursi) adalah ayat yang sangat agung yang terdapat dalam
Al-qur’an”. Terdapat sebuah riwayat yang mengatakan: “Bacalah Ayat Kursi karena dapat
menjaga dirimu, anak-anakmu dan tempat tinggalmu serta rumah yang ada disekitar
tempat tinggalmu. Apabila dibaca pada pagi hari dan petang hari maka akan aman dari
gangguan jin. Apabila engkau membacanya ketika engkau hendak tidur maka Allah
akan menjagamu sehingga setan tidak akan mampu mendekatimu hingga pagi hari”.
2. Dalam riwayat lainnya dikatakan
bahwa membaca Ayat Kursi adalah setara dengan
membaca seperempat al-Qur’an.
Dalam kitab Taisiril Ushul Ila Jami’ Ushul Min Hadits Rasul SAW karya dari
seorang ulama besar Asy-Syaikh Abdurrahman Ad-Diba’iy Asy-Syaibani Asy-Syafi’Iان االله يقدس روحه في الجنة وينور ضريحه diriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda :
.إن لكل شيء سناما، وإن سنام القران سورة البقرة، وفيها اية سيدة اي القران اية الكرسى “Sesungguhnya segala sesuatu pasti memiliki punuk dan punuknya al-Qur’an adalah
surat Al Baqarah dan di dalamnya terdapat penghulu dari ayat-ayat al-Qur’an yaitu,
Ayat Kursi.” (HR. At Turmudzi)
membaca seperempat al-Qur’an.
Dalam kitab Taisiril Ushul Ila Jami’ Ushul Min Hadits Rasul SAW karya dari
seorang ulama besar Asy-Syaikh Abdurrahman Ad-Diba’iy Asy-Syaibani Asy-Syafi’Iان االله يقدس روحه في الجنة وينور ضريحه diriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda :
.إن لكل شيء سناما، وإن سنام القران سورة البقرة، وفيها اية سيدة اي القران اية الكرسى “Sesungguhnya segala sesuatu pasti memiliki punuk dan punuknya al-Qur’an adalah
surat Al Baqarah dan di dalamnya terdapat penghulu dari ayat-ayat al-Qur’an yaitu,
Ayat Kursi.” (HR. At Turmudzi)
3. Diriwayatkan
dalam tafsir sirajul munir karangan Imam Asy-Syarbini mengatakan
sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibn Hibban dan an-Nasa’i bahwa Rasulullah
SAW bersabda :
من قرأ اية الكرسى دبر كل صلاة مكتوبة، لم يعنمه من دخول الجنة إلا الموت “Barangsiapa membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat fardhu, maka tidak ada yang
dapat mencegahnya untuk masuk ke dalam surga kecuali kematian.” Yang dimaksud kecuali kematian pada hadits tersebut diatas adalah apabila telah
datang ajalnya maka dia pasti akan dimasukkan ke dalam surga.
sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibn Hibban dan an-Nasa’i bahwa Rasulullah
SAW bersabda :
من قرأ اية الكرسى دبر كل صلاة مكتوبة، لم يعنمه من دخول الجنة إلا الموت “Barangsiapa membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat fardhu, maka tidak ada yang
dapat mencegahnya untuk masuk ke dalam surga kecuali kematian.” Yang dimaksud kecuali kematian pada hadits tersebut diatas adalah apabila telah
datang ajalnya maka dia pasti akan dimasukkan ke dalam surga.
4. Al-Baihaqy
dalam kitabnya Syi’bil Iman meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah seseorang itu selalu membacanya (Ayat Kursi) itu, kecuali dia
adalah seorang shiddiq atau ‘abid (ahli ibadah).”
Dalam riwayat lainnya dikatakan: “Barangsiapa membacanya ketika dia akan mulai
tidur maka Allah akan memberikan keamanan baginya, bagi tetangganya, bagi
tetangga dari tetangganya dan bagi rumah-rumah yang ada disekitarnya.”
Diriwayatkan, jika Ayat Kursi dibaca pada sebuah rumah maka setan tidak akan
mendatangi rumah itu selama 30 hari, dan sihir tidak akan mampu masuk ke rumah
itu selama 40 hari. Rasulullah SAW berkata kepada Sayyidina Ali RA : “Wahai Ali,
ajarkanlah ini kepada anakanakmu, kepada keluargamu dan kepada para tetanggamu,
karena tidak diturunkan ayat yang lebih mulia dari ayat ini (ayat kursi)”. Pada suatu
ketika, para sahabat sedang membicarakan mengenai keutamaan ayat-ayat dalam
Al Qur’an, maka Sayyidina Ali RA mengatakan kepada mereka, bagaimana menurut
kalian tentang ayat kursi? Rasulullah SAW pernah bersabda kepadaku : “Wahai Ali
sayyidul basyar (pemimpin para manusia) adalah Nabi Adam, pemimpin seluruh
bangasa Arab adalah Muhammad dan tidaklah aku bangga karena ucapan ini,
pemimpin dari orang-orang Parsi adalah Salman, pemimpin dari golongan Romawi
adalah Shuhaib, pemimpin dari kaum Habasyah adalah Bilal, pemimpin semua hari
adalah hari jum’at, pemimpin seluruh kitab adalah Al-Qur’an, pemimpin seluruh
surat dalam Al-Qur’an adalah Al-Baqarah, pemimpin seluruh surat dalam Al Baqarah
adalah Ayat Kursi”.
adalah seorang shiddiq atau ‘abid (ahli ibadah).”
Dalam riwayat lainnya dikatakan: “Barangsiapa membacanya ketika dia akan mulai
tidur maka Allah akan memberikan keamanan baginya, bagi tetangganya, bagi
tetangga dari tetangganya dan bagi rumah-rumah yang ada disekitarnya.”
Diriwayatkan, jika Ayat Kursi dibaca pada sebuah rumah maka setan tidak akan
mendatangi rumah itu selama 30 hari, dan sihir tidak akan mampu masuk ke rumah
itu selama 40 hari. Rasulullah SAW berkata kepada Sayyidina Ali RA : “Wahai Ali,
ajarkanlah ini kepada anakanakmu, kepada keluargamu dan kepada para tetanggamu,
karena tidak diturunkan ayat yang lebih mulia dari ayat ini (ayat kursi)”. Pada suatu
ketika, para sahabat sedang membicarakan mengenai keutamaan ayat-ayat dalam
Al Qur’an, maka Sayyidina Ali RA mengatakan kepada mereka, bagaimana menurut
kalian tentang ayat kursi? Rasulullah SAW pernah bersabda kepadaku : “Wahai Ali
sayyidul basyar (pemimpin para manusia) adalah Nabi Adam, pemimpin seluruh
bangasa Arab adalah Muhammad dan tidaklah aku bangga karena ucapan ini,
pemimpin dari orang-orang Parsi adalah Salman, pemimpin dari golongan Romawi
adalah Shuhaib, pemimpin dari kaum Habasyah adalah Bilal, pemimpin semua hari
adalah hari jum’at, pemimpin seluruh kitab adalah Al-Qur’an, pemimpin seluruh
surat dalam Al-Qur’an adalah Al-Baqarah, pemimpin seluruh surat dalam Al Baqarah
adalah Ayat Kursi”.
5. Dalam kitab Nawadiril Ushul
diriwayatkan bahwa Malaikat Jibril AS bertemu dengan
Nabi Musa AS. Malaikat Jibril berkata : “Sesungguhnya Tuhanmu mengatakan bahwa
barangsiapa membaca sekali dalam selesai shalat fardhu:
اللهم إني أقدم إليك بين يدي كل نفس ولمحة وطرفة يطرف بها اهل السماوات واهل الارض وكل شيئ هو في علمك
كائن، أقدم إليك بين ذلك كله : االلهُ لآَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَنَومُ لَّهُ مَافِي السَّمَاوَاتِ وَمَافِي اْلأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي
يَشْفَعُ عِندَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَابَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَآءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَلاَ
.يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيم Sesungguhnya siang dan malam itu ada 24 jam dan pada setiap 1 jam diangkat
sebanyak 70 juta kebaikan bagi orang yang membacanya dan para Malaikat akan
sibuk mencatat (besarnya kebaikan) dari bacaan itu”.
Nabi Musa AS. Malaikat Jibril berkata : “Sesungguhnya Tuhanmu mengatakan bahwa
barangsiapa membaca sekali dalam selesai shalat fardhu:
اللهم إني أقدم إليك بين يدي كل نفس ولمحة وطرفة يطرف بها اهل السماوات واهل الارض وكل شيئ هو في علمك
كائن، أقدم إليك بين ذلك كله : االلهُ لآَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَنَومُ لَّهُ مَافِي السَّمَاوَاتِ وَمَافِي اْلأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي
يَشْفَعُ عِندَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَابَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَآءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَلاَ
.يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيم Sesungguhnya siang dan malam itu ada 24 jam dan pada setiap 1 jam diangkat
sebanyak 70 juta kebaikan bagi orang yang membacanya dan para Malaikat akan
sibuk mencatat (besarnya kebaikan) dari bacaan itu”.
6. Dalam durratun
nashihin, menukil dari kitab hayat al-quyub shochifah 240, majlis fi
bayan albaka’ (perihal menangis), dijelaskan bahwa :
Ketika sudah saatnya hari kiamat, seorang hamba dibangkitkan di hadapan Allah
SWT kitab catatan amalnya disodorkan, ternyata lebih banyak keburukannya.
Kemudian dia berkata :
bayan albaka’ (perihal menangis), dijelaskan bahwa :
Ketika sudah saatnya hari kiamat, seorang hamba dibangkitkan di hadapan Allah
SWT kitab catatan amalnya disodorkan, ternyata lebih banyak keburukannya.
Kemudian dia berkata :
الهى ما فعلت هذه السيئات؟
(Ya Tuhanku, aku tidak lakukan keburukan semua ini)
Maka Allah SWT
berfirman :
ان لي شهودا ثقات
(Sungguh pada-Ku ada saksi2 yang kuat)
ان لي شهودا ثقات
(Sungguh pada-Ku ada saksi2 yang kuat)
Lalu, ia (‘abd)
pun menoleh ke kanan dan ke kiri, tiada menemukan seorang saksipun, kemudian
dia berakata :
يا رب أين الشاهد؟
(Ya Tuhan, dimana saksi bagiku?)
dia berakata :
يا رب أين الشاهد؟
(Ya Tuhan, dimana saksi bagiku?)
Kemudian Allah SWT menyuruh
anggota-anggota tubuhnya supaya menjadi saksi, merekapun bersedia.
Kedua telinganya (‘abd) berkata :
انا سمعنا وعلمنا أنه قد عمل
(Kami benar2 telah mendengar dan tahu pasti bahwa ia telah melakukannya).
Kedua telinganya (‘abd) berkata :
انا سمعنا وعلمنا أنه قد عمل
(Kami benar2 telah mendengar dan tahu pasti bahwa ia telah melakukannya).
Kedua matanya berkata
:
انا قد نظرنا
(akupun melihatnya).
انا قد نظرنا
(akupun melihatnya).
Berkata lisannya :
قد قلت
(aku juga mengucapkannya).
قد قلت
(aku juga mengucapkannya).
Kedua tangannya
berkata :
انا فعلنا
(sesungguhnya kami telah melakukannya).
انا فعلنا
(sesungguhnya kami telah melakukannya).
Farjinya pun
berkata :
انا زنيت
(aku telah berbuat zina).
انا زنيت
(aku telah berbuat zina).
Maka ia (‘abd) pun
gusar. Kemudian Allah SWT menyuruhnya masuk neraka. Namun pada bola mata kanannya terlihat seutas rambut
mata memohon idzin kepada Allah SWT untuk berbicara.
Maka Allah SWT menizinkannya. Ia pun berbicara :
يا رب الست قلت اي عبد اغرق شعرة واحدة من اجفانه بدموع عينيه من خشيتي الا انجيته من النار؟
(Ya Tuhanku, bukankah Engkau telah berfirman “Siapapun dari seorang hamba yang tenggelam
basah seutas rambut dari rambut matanya dengan air matanya karena takut pada-Ku, maka Ku
bebaskan ia dari neraka”?
يا رب الست قلت اي عبد اغرق شعرة واحدة من اجفانه بدموع عينيه من خشيتي الا انجيته من النار؟
(Ya Tuhanku, bukankah Engkau telah berfirman “Siapapun dari seorang hamba yang tenggelam
basah seutas rambut dari rambut matanya dengan air matanya karena takut pada-Ku, maka Ku
bebaskan ia dari neraka”?
Maka Allah SWT
menjawabnya : (بلىYa, benar)
Rambut mata tadi
pun berkata :
انا اشهد ان هذا العبد المذنب قد اغرقني بالدموع من خشيتك
(aku bersaksi, bahwa hamba yang berdo’a ini telah membasahiku dengan air matanya akibat takut
pada-Mu)
Akhirnya Allah SWT menyuruh masuk ke surga.
Selanjutnya terdengar suara,انا اشهد ان هذا العبد المذنب قد اغرقني بالدموع من خشيتك
(aku bersaksi, bahwa hamba yang berdo’a ini telah membasahiku dengan air matanya akibat takut
pada-Mu)
الا ان فلانا بن فلان قدنجا من النار بشعرة واحدة من اجفان عينيه
(“Ketahuilah, bahwa si fulan bin fulan terbebas dari api neraka, berkat seutas rambut dari sekian rambut mata”.
Read More »
نحن) ضمير يعبر به الاثنان أو الجمع المخيرون عن أنفسهم وقد يعبر به الواحد عند إرادة التعظيمل)
[ Kami ] Adalah
kata pengganti yang menunjukkan arti dua atau jamak namun demikian dapat juga
digunakan untuk satu orang saat dikehendaki penghormatan. [ Al-Mu’jam al-Wasiith II/907 ]
digunakan untuk satu orang saat dikehendaki penghormatan. [ Al-Mu’jam al-Wasiith II/907 ]
Dengan demikian
tidak berarti kata “kami” memiliki arti banyak karena dapat juga digunakan
untuk kata pengganti bagi yang mengagungkan dirinya (mu’azhzhom nafsahu)
seperti contoh
dalam firman Allah
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ
لَحَافِظُونَ {9/15}
Sesungguhnya
Kami-lah yang menurunkan Al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya (QS. 15:9).
Dalam ayat ini artinya Allah mengagungkan terhadap diriNya sendiri.
Seperti contoh
lain adalah kata ‘antum’.
Kebanyakan para ustadz maupun kiai ketika berbicara dengan orang lain yang ia
hormati, mereka menggunakan kata tunjuk ‘antum’(kalian semua) daripada ‘anta’(kamu).
Meskipun yang diajak berbicara hanya satu orang, mereka menggunakan kata ‘antum’ sebagai penghormatan.
Layaknya kata ‘nahnu’ dalam Al Qur’an itu menunjukkan bahwa Allah mengagungkan DzatNya.
Penggunaan kata pengganti semacam itu dalam
bahasa arab (bahkan dalam bahasa kita, Indonesia) sudah sangat maklum.
Read More »
Langganan:
Komentar (Atom)





